Pages

Minggu, 28 April 2013

Jamur Madu Paling Besar di Dunia ada di Amerika

Organisme hidup terbesar yang pernah ditemukan telah ditemukan di sebuah hutan Amerika. Ostoyae Armillaria, dikenal sebagai jamur madu, berawal dari spora tunggal yang terlalu kecil untuk dilihat tanpa mikroskop. Telah menyebarkan filamen hitam menyengat, yang disebut rhizomorphs di hutan diperkirakan sejak 2.400 tahun lalu, kemudian membunuh pohon disekitarnya untuk bisa tumbuh (parasitisme). Sekarang sekitar 880 hektar dari Hutan Nasional Malheur di Oregon timur dipenuhi jamur tersebut.

Panjang melintang jamur itu 3,5 mil (5,6 kilometer) dan masuk rata-rata tiga kaki (satu meter) kedalam tanah. Penemuan ini datang setelah Catherine Parks, seorang ilmuwan di stasiun penelitian di Pacific Northwest di La Grande, Oregon, pada tahun 1998 mendengar tentang kematian akar pohon yang membusuk besar di hutan timur Prairie.

Dengan menggunakan foto udara dia menandai areal sekitar pohon yang mati tersebut. Dia kemudian mengidentifikasi jenis jamur dalam tes DNA.

Ia membandingkan unsur dari 12 jamur dan dia melihat bahwa 61 sampel berasal dari organisme yang sama. Ini berarti telah ada satu jamur yang berkembang begitu besar dari apa yang pernah dibayangkan manusia.

Awal tumbuhnya jamur ini di permukaan yang bisa dilihat adalah kelompok jamur emas yang muncul di tengah hujan musim gugur. "Mereka bisa dimakan tetapi tidak enak" kata Tina Dreisbach, seorang ahli botani dan ahli mikologi dengan Dinas Kehutanan di Corvallis, Oregon. "kecuali diberi banyak mentega dan bawang putih di dalamnya."

Menggali akar pohon yang mati karena jamur itu terdapat sesuatu yang menyerupai cat lateks putih. Lapisan ini disebut miselium, yang mengambil air dan karbohidrat dari pohon untuk memberi makan jamur dan mengganggu penyerapan air dan nutrisi pada pohon sehingga lama kelamaan pohon akan mati. Lalu ada rhizomorphs panjang yang membentang ke dalam tanah menyerang akar pohon melalui kombinasi tekanan dan tindakan enzim. Pada tahun 1992 jamur jenis ini juga ditemukan di negara bagian Washington yang mencakup 1.500 hektar dekat Gunung Adams, sehingga organisme terbesar yang diketahui pada saat itu.

"Kami hanya memutuskan untuk meninggalkan untuk mencari yang lebih besar" kata Gregory Filip, asisiteb professor perlindungan hutan terpadu di University of Oregon dan ahli dalam Armillaria . "Bukan karena apa-apa diukur dengan teknik ilmiah yang telah menunjukkan setiap tumbuhan atau hewan untuk lebih besar dari itu." Ia mengatakan para ilmuwan ingin belajar mengendalikan Armillaria karena membunuh pohon-pohon, tetapi mereka juga menyadari bahwa ini telah menjadi peristiwa alami.

0 komentar:

Posting Komentar